Jika Suamimu Seorang Jurnalis

Kau adalah rahasia terbesar untukku. Begitu juga aku, masih rahasia untukmu. Kelak Tuhan akan saling mengenalkan rahasia itu, sehingga kita akan saling mengangguk dan tersenyum berpandangan. Kaulah orangnya. Ya, kaulah rahasia itu.

Adiel Luckman

Sejak lama aku ingin menuliskan ini untukmu, agar kamu tahu kelak seperti apa kehidupan keluarga kita nanti. Agar kamu mengerti, aku yang memilih jalan menjadi seorang jurnalis. Apakah kamu tahu bagaimana profesi seorang jurnalis bekerja? Aku pikir kamu menilainya sama dengan orang lain. Jurnalis adalah pekerja media, yang mewartakan peristiwa-peristiwa penting. Aku rasa tidak sebatas itu. Nanti akan kujelaskan ketika kamu sudah serumah denganku.

Bahkan sebenarnya aku gugup ketika menyambangi rumahmu untuk bertemu dengan Ayahmu. Saat itu Ayahmu akan bertanya padaku, “Apa profesimu?”. Dan kamu tahu aku hanya seorang jurnalis yang sering orang sebut wartawan. Itu terlalu mainstream untukku. Aku tak suka disebut wartawan. Terdengar kurang istimewa. Kemudian aku membayangkan Ayahmu mengernyitkan dahinya, nampak heran dengan pilihan puterinya. Mungkin ia mengaharapkan seorang lulusan teknik atau mungkin lulusan arsitek. Ia tak tersanjung dengan jawabanku. Tapi kamu sudah bilang padaku, jangan merisaukan hal itu. Semuanya akan baik-baik saja.

– – – – – – – – – – – — – – – – – – – – – – — – – – – – – – – – – — – – – – – – – – – – – – – –

Kamu harus tahu ini, seorang jurnalis dituntut untuk bekerja tak kenal waktu, jam kerjanya sungguh tak beraturan. Dan kamu berharap suamimu datang lebih awal, padahal kamu telah menyiapkan hidangan istimewa untuknya. Sehingga kamu menunggunya lama, dan hidangan malam pun mulai dingin terdiamkan. Ia pulang larut, namun kamu masih bersedia membukakan pintu untuknya, walau anak-anakmu sudah lelap tertidur.

Suamimu bekerja dengan deadline. Suatu hari ketika sedang bercengkrama dengan anak-anakmu, ia tiba-tiba berhenti dan terkaget melihat jam sudah banyak terlewat. Ia bergegas menuju ruang kerja, dan kembali mengerjakan tugasnya sebagai seorang jurnalis. Bahkan di rumah sekalipun, ia tetap bekerja. Kamu hanya menghela nafas melihatnya sibuk sendiri.

Sehingga kamu menuntut suamimu agar meluangkan sedikit waktunya untuk bermain kembali dengan anak-anak. Menceritakan kepada mereka tentang pengalaman-pengalamannya atau bergiliran membacakan dongeng sebelum tidur. Kamu menginginkan suamimu seperti ayah-ayah lain di dunia. Namun kamu ingat, diawal ia sudah berpesan, memintamu untuk menjadi pendidik yang sejati, menjadi Ibu yang mengagumkan tanpa ada banyak bantuan dari suaminya. Dan kamu melakukannya dengan baik. Kamu mengerjakannya dengan senang dan ikhlas.

Lalu pada saat anak-anakmu mulai sekolah di hari pertama mereka. Kamu bercerita banyak pada suamimu di malam hari tentang mereka. Tentang kebanggaan menjadi orangtua. Suamimu akan saat senang, karena dari banyak cerita yang ia dapatkan, ceritamulah yang paling berharga untuknya saat itu. Cerita tentang anak-anaknya yang memiliki Ibu sepertimu.

Suamimu adalah orang yang lumayan tahu banyak hal. Karena ia dituntut untuk dapat beradaptasi dalam beragam bidang. Ia tahu berita perkembangan ekonomi, kabar kriminal, olah raga, dan bahkan mengetahui kasus korupsi yang belum terungkap saat ia sedang mengerjakan investigasinya.

Pekerjaan suamimu sungguh tidak semudah yang kamu bayangkan, pekerjaannya penuh resiko. Seorang jurnalis dituntut untuk membongkar fakta dan mencari kebenaran. Ia adalah petualang yang selalu menginginkan hal-hal yang baru, mencari tahu tentang semua itu dan menceritakannya pada banyak orang. Sehingga kamu mengetahui kelak, bahwa suamimu adalah pribadi yang tangguh.

Akan ada suatu hari dimana suamimu ditugaskan untuk meliput peristiwa penting di wilayah rawan konflik yang sedang terjadi peperangan. Kamu mencegahnya pergi, khawatir terjadi hal buruk padanya. Namun ia bersikukuh pergi, tugas ini adalah sebuah kehormatan untuknya. Kamu dan anak-anakmu mengantarnya pergi menuju bandara, kamu memeluknya erat dan melepasnya pergi. Ya benar, kamu sungguh melepaskan suamimu untuk memenuhi tugas itu dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Kamu hanya menunggu dan berdo’a untuk suamimu agar ia baik-baik saja.

Betul saja do’a-mu memang kuat. Suamimu berhasil dalam tugasnya, ia mendapatkan penghargaan atas pekerjaannya. Ia kembali dengan selamat dan menangis haru dipelukmu atas perjuangannya. Kamu selalu membesarkan hatinya, menyemangatinya, hingga suamimu terus berjuang untuk menjadi seorang jurnalis yang hebat.

Suamimu akan banyak melewatkan hari-hari libur bersamamu dan anak-anaknya. Bagaimana tidak, ketika hari raya tiba ia malah bertugas melaporkan kemacetan di jalur mudik. Atau sama juga dihari-hari libur yang lain. Namun kamu tak usah cemas, ia akan meluangkan waktunya khusus untuk keluarganya. Mungkin karena jiwa petualangnya, ia akan mengajakmu pergi ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Ia ingin menunjukkan pada orang-orang yang dicintainya, tentang sesuatu yang indah yang belum kamu lihat sebelumnya. Ia mengajakmu pada dunianya. Dunia yang akan selalu membuatmu terkejut dan terperangah melihat sesuatu yang baru.

– – – – – – – – – – – — – – – – – – – – – – — – – – – – – – – – – — – – – – – – – – – – – – – –

Saat ini aku mengkhawatirkan dirimu, aku takut kelak tidak mampu menjadi seorang pria yang bijaksana. Aku takut kamu tidak ingin hidup berlama-lama dengan pria sepertiku. Ketika semakin jauh kita berjalan, aku takut ada perasaan yang mengganjal dihatimu. Sebelum kita bertemu, aku ingin berpesan padamu tentang jalan yang kutempuh ini. Bilamana suamimu sibuk dengan pekerjaan sampai melupakan keluarganya, maka hampirilah ia, ceritakan keluhmu sampai ia menyadari bahwa keluarganya sangatlah berarti. Bagaimana menurutmu jika suamimu seorang jurnalis?

Adiel Luckman

Ilmu Komunikasi Jurnalistik

Universitas Islam Negeri Sunan Gunug Djati

|| tentang proyek menulis ceritaJika klik di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s