Syukur Sekuntum Bunga

white-flowers-in-grass-16-background

Ini cerita tentang sekuntum bunga. Bunga yang mekar dari tanaman perdu, yang tumbuh di atas bukit atau pegunungan, bahkan di bibir jurang yang curam sekalipun. Tak pernah seorang pun sanggup memetiknya, bukan karena sayang untuk dipetik. Tapi karena ia tak pernah sekalipun di hiraukan. Ia berada jauh dari jangkauan manusia dan makhluk lainnya. Serangga sekalipun tak mampu menyentuhnya.

Sang bunga berwarna putih, ia mekar setahun sekali. Namun, kasihan sekali, umurnya hanya seminggu. Selebihnya ia akan layu kembali, menghitam dan mati. Begitulah Tuhan menakdirkannya.

Rumput bertanya tentang peran sang bunga. kenapa bunga macam ini Tuhan izinkan tumbuh di dunia. Bahkan umurnya hanya seminggu. Mereka bertanya-tanya kenapa si bunga tak peduli dipandang oleh manusia atau mungkin kenapa tak ada sedikitpun keinginan ingin dipuji kalau ia begitu indah.

Sebenarnya mereka iri, karena tahu bahwa langit diatas sedang mengagumi sang bunga yang sedang mekar. Langit tahu bahwa sang bunga sedang berusaha memaksimalkan perannya. Meskipun hanya seminggu, tapi sang bunga memancarkan putih, seputih-putihnya. Ia pancarkan harum, seharum-harumnya. Ia pancarkan keindahan, seindah-indahnya.

Kini semua tahu bahwa sang bunga sedang bersyukur. Bersyukur pada Sang Pencipta, yang memberikannya kesempatan hidup di dunia. Sang bunga tak pernah menyesal telah diciptakan, karena seluruh hidupnya ia gunakan untuk memaksimalkan perannya. Begitulah sepatutnya seorang hamba bersyukur pada Tuhannya.

Inspired from Abah Iwan Abdurrahman “Berita dari Gunung”

Bandung, 8 Juli 2015

NB, lagu lagunya bikin merinding:

1. https://www.youtube.com/watch?v=IfWcLa4XgKA

2. https://youtu.be/OiymaGlLv3o

Lagu lain yang menggugah adalah Bunga Putih. Pada setiap pendakian abah selalu menemukan bunga putih dan bunga ungu, yang berada di dekat puncak-puncak gunung. Umur bunga itu hanya 2 minggu-an, sesudah itu mati karena cuaca dingin yang ekstrim. Meskipun demikian bunga itu tetap berbunga dan menunjukkan jati dirinya. Bunga itu mekar, berwarna indah dan muncul sebagai manifestasi keberadaan dan rasa syukurnya kepada Sang Pencipta.

Bagi abah itulah dignity, martabat dan kebanggaan dari si Bunga Putih. Itulah manifestasi rasa syukur dari si Bunga Putih kepada Sang Pencipta. Analogi dari itu, manusia mestinya juga menunjukkan dignity-nya dan berbuat yang terbaik untuk menunjukkan eksistensinya. Berbuatlah yang terbaik, muncullah dan tunjukkan eksistensi anda sebagai insan yang memiliki dignity, martabat, gengsi dan sekaligus juga sebentuk kebanggaan. Itulah sebenarnya makna syukur sesungguhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s