Keinginan

IMG_20150731_053122

Temanku ini, seorang pria baik yang taat beribadah, namun seringkali tak begitu beruntung dalam hidupnya.

“Tuhan tahu bahwa apa yang kita inginkan belum tentu baik bagi kita.” Aku berusaha membuatnya tenang. Sejujurnya, aku tak punya jawaban lain selain kalimat klise semacam itu. Padahal, dalam hati, aku juga bertanya-tanya: Bukankah Tuhan sudah berjanji akan mengabulkan apa saja yang kita mintakan kepada-Nya?

“Aku akan memaksa Tuhan agar mengabulkan keinginanku,” katanya.

“Memaksa?” Aku mengonfirmasi pernyataan temanku itu.

Ia mengangguk penuh keyakinan. “Kalau tak bisa diminta secara baik-baik, aku akan memaksanya!”

Tentu saja aku tak pernah menduga bahwa teman yang baik dan salih ini akan mengeluarkan pernyataan sedemikian keras tentang Tuhan. Tetapi, sekali lagi, aku bisa memakluminya: Kekurangan-kekurangan dalam hidupnya, penderitaan dan perjuangan panjangnya, kekhusyukan ibadah dan doa-doa khidmatnya, bagiku, sudah memberinya cukup alasan untuk “menagih” sesuatu pada Tuhan.

“Bagaimana caranya memaksa Tuhan?” Aku tak bisa menduga apapun yang akan temanku lakukan untuk memaksa Tuhan agar mengabulkan keinginannya.

“Aku akan memintamu mendoakanku, seperti akan kuminta puluhan orang lain mendoakanku.”

Aku terdiam. Temanku melanjutkan.

“Bersama puluhan orang itu, aku akan mengarak doaku untuk menggetarkan langit dan memaksa para malaikat untuk membuka pintu Arasy. Di sanalah para malaikat akan melihat gumpalan-gumpalan doa kita berubah menjelma gelombang cahaya yang demikian besar sehingga membuat mereka silau dan gemetar, sehingga tatkala gelombang itu sampai tepat dihadapan mereka, mereka tak punya pilihan lain selain membukakan pintu langit dan mengantarkannya ke hadapan Tuhan. Dan Tuhan Yang Maha Mengabulkan Semua Doa yang Sampai di HadapanNya, tak bisa lagi menolaknya!”

Aku tercengang: kurang ajar, tapi keren!

“Dengan penuh keyakinan,” aku mengucapkan kalimat itu dengan perasaan yang gemetar, “Aku akan mendoakan apapun yang terbaik untukmu.”

Advertisements

2 thoughts on “Keinginan

  1. generasi dragon ball mgkn tmn mu itu ya.. wkwkwkwkwkwkwk aq kbyg nya gtu… gumpalan doa.. ke langit.. wkwkwkwkwkwkwk..

    btw kesulitan hidup memang srg membawa manusia ke jurang kekurangajaran… tmn mu msh setengah parah.. yg lain bnyk yg jd musyrik/kafir krn kesusahan hidup..

    hakekat hidup itu sbnrnya gampang.. kuncinya adalah “allah menilai usaha kita, bkn hasil”

    cuma memang yg namanya hawa nafsu memang sgt rentan keraasukan setan. yg membuat kita; bknnya mempelajari ttg CARA MENJALANI HIDUP YG DI RIDHOI ALLAH, kita malah fokus menghitung dan mengingat2 janji2nya allah saja.

    udah dulu. semoga allah menjaga aqidah kita semua, aamiin.. 🙂

    btw good writing, lanjutkan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s