Sekilas Al Muzzamil

“Tau ga, Al-Muzzammil ceritanya ngebahas apa?”
“tahajuuud”
“trus?”
“tilawah dengan tartil”
“trus?”

Disini orang-orang uda mulai bingung,..

“Trus?”

Hening,..
“Surat Al-Muzzammil dan Al-Muddatstsir secara tersirat menceritakan tentang kehidupan rumah tangga Rasulullah”

Orang-orang tambah bengong. Dimananyaaaaa???
Tadi seru, ustad Hanan ngebahas sisi lain dari surat Al-Muzzammil yaitu peran seorang istri dalam rumah tangga. Ketika pertama kali dapat wahyu, Nabi takut dan bingung, trus lari dari Jibril yang bungkeleukan di pojok langit. Seorang Nabi lari terbirit.

Lari kemana?
Ke rumah, ke kamarnya, mencari ketenangan.
Gimana caranya?

 “Selimuti aku….”

Sama hal nya ketika Nabi stress, galau dan putus asa ketika didustakan kaumnya. Nabi pulang dalam kondisi sedih, ke kamarnya, mencari ketenangan.

Zammilunii,…

 “Selimuti aku….” 

Nah, kebanyakan orang ga pernah ngasi perhatian lebih di bagian ini. Siapakah yang menyelimuti Nabi ?

Istrinya, Khadijah,.. 


Litaskunu ilaih,.
Agar dirimu merasa tentram kepadanya.

Ini hakikat pernikahan, agar jiwa lelaki bisa tenang, tentram. Kebayang dong dalam kondisi bingung dan takut, yang di cari tuh ternyata bukan pemuka adat atau bodyguard, tapi pelukan istri. Dan betul, itu ternyata yang paling menenangkan.

Surat-surat pertama yang turun secara tersirat menceritakan peran Khadijah dalam proses dakwah Nabi Muhammad. Gimana seorang Khadijah ada dan menentramkan.

“Selimuti aku….”

Menurut para ulama, salah satu amalan yang besar pahalanya bagi seorang istri adalah menunggu suaminya pulang kerumah. Menyambut dengan wajah cerah, menghilangkan penat suaminya, ngilangin semua stress suami setelah seharian berada di luar rumah. Litaskunu ilaih, agar suaminya merasa tentram.

Ga main-main ini pahalanya. Khadijah adalah contoh figur sukses seorang istri yang dengan semua yang beliau punya bisa menentramkan hati suaminya. Pernah denger kan kalo Khadijah dapat salam dari Allah?, trus disampaikannya lewat Jibril pula, ngeriiik.

Vital banget itu peran seorang istri dalam berumah tangga. Karena ketenangan yang paling the best buat seorang lelaki adalah berada dipelukan istrinya. Tenaaang rasanya (cenah, kata yang udah nikah 😦 )

Oooh, gitu

Disini orang-orang mulai manggut-manggut.
Tapi ternyata, untuk orang –orang yang shaleh.. ada yang lebih menenangkan dari berada di pelukan istri.

Qumil laila illa qaliil
Shalatlah pada malam hari, meskipun sebentar. (Al – Muzzammil ayat dua)

Iya,
ternyata nabi ketika uda mulai tenang dalam pelukan Khadijah, pas uda epos-eposnya malah disuruh bangun. Disuruh tahajud 😦

Kebayang lah, lagi nyaman-nyamannya sama istri cantik nan shalehah, pinter dan mempesona macem Khadijah eh malah disuruh bangun.
Tapi emang begitulah aturan mainnya.
Istri tuh berperan untuk menentramkan gelisah dan beban pikiran suaminya. Tapii, ga bisa ngasi solusi. Tenang sih tenang, tapi masalahnya ga beres.

Disini Allah turun tangan…

Sok bangun, shalat.
Sok nyerita, kamu butuh apa?
Allah nanti yang ngejawab semua doa, yang ngasi solusi dari semua masalah.

So sweet bangetlah itu.

“Kenikmatan shalat malam itu lebih-lebih dari kenikmatan bareng sama istri bagi orang yang Shaleh. Coba nanti bandingin sendiri”

Jemaah langsung pada manyun.

“yaelah, bandingin gimana, punya istri aja beloom”
“Makanya nikah, hahaha”

Adalah sejam tadi ceramah, cuma bahas dua ayat. Katanya ntar bakalan lebih banyak materi soal shalat malam dan seluk beluknya ketika itikaf di sepuluh hari terakhir.
Seruu! Btw, sekarang udah hari ke-18, 😦

Udah mau udahan aja Ramadhannya

Advertisements